Rabu, 11 September 2013

Dinamika Penduduk


Kelahiran (Fertilitas)


Kelahiran atau fertilitas diartikan sebagai hasil reproduksi yang nyata dari seorang perempuan atau sekelompok perempuan. Dengan kata lain fertilitas ini menyangkut banyaknya bayi yang lahir hidup. Dalam pengertian demografi kelahiran adalah kemampuan riil dari seorang wanita untuk melahirkan dicerminkan dari banyaknya bayi yang lahir hidup.

kelahiran

Beberapa ukuran dasar fertilitas yang sering digunakan untuk menghitung angka kelahiran antara lain sebagai berikut.

1) Angka Kelahiran Kasar / Crude Birth Rate (CBR)


Rumus:

Rumus Angka Kelahiran Kasar / Crude Birth Rate (CBR)

Perhatikan contoh Angka Kelahiran Kasar/ Crude Birth Rate (CBR) berikut!

Di Kelurahan Tirtamarta pada tahun 2005 tercatat jumlah kelahiran sebesar 60, jumlah penduduk pertengahan tahun 2005 adalah 15.000, berapa angka kelahiran kasarnya?

Perhitungan Angka Kelahiran Kasar / Crude Birth Rate (CBR)

Artinya di Kelurahan Tirtamarta pada tahun 2005 tercatat 4 kelahiran per 1.000 penduduk.

Oleh karena tidak memisahkan penduduk laki-laki dan perempuan, yang anak-anak maupun yang sudah tua 50 tahun ke atas, jadi angka yang dihasilkan sangat kasar.

2) Angka Kelahiran Menurut Umur / Age Specific Fertility Rate (ASFR)


Rumus:

Rumus Angka Kelahiran Menurut Umur / Age Specific Fertility Rate (ASFR)

Perhatikan contoh Angka Kelahiran Menurut Umur/Age Specific Fertility Rate (ASFR) berikut!

Di Kelurahan Tirtamarta jumlah kelahiran dari perempuan kelompok umur 20-24 tahun sebesar 12 bayi dan jumlah perempuan pada kelompok umur itu adalah 240 orang, maka ASFR adalah:

Perhitungan Angka Kelahiran Menurut Umur / Age Specific Fertility Rate (ASFR)

Artinya setiap 1.000 perempuan berumur antara 20 dan 24 jumlah kelahiran sebanyak 50 bayi.


Kematian (Mortalitas)


Kematian atau mortalitas adalah keadaan hilangnya semua tanda-tanda kehidupan secara permanen, yang dapat terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup. Mortalitas dapat juga diartikan kematian penduduk yang terjadi pada suatu daerah tertentu dalam kurun waktu tertentu.

kematian

Faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya angka kematian antara lain:

1) Bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, gunung meletus;
2) Wabah penyakit;
3) rendahnya tingkat kesehatan dan kecukupan gizi.

Beberapa ukuran dasar mortalitas yang sering digunakan dalam perhitungan angka kematian antara lain sebagai berikut.

1) Angka Kematian Kasar / Crude Birth Rate (CBR)


Rumus:

Rumus Angka Kematian Kasar / Crude Birth Rate (CBR)

Perhatikan contoh berikut!

Di Kelurahan Tirtamarta pada tahun 2005 tercatat jumlah kematiannya sebesar 50 orang, jumlah penduduk pertengahan tahun 2005 adalah 15.000 jiwa, berapa angka kematian kasarnya?

Perhitungan Angka Kematian Kasar / Crude Birth Rate (CBR)

Artinya di Kelurahan Tirtamarta pada tahun 2005 terjadi 3 kematian per 1.000 penduduk.

2) Angka Kematian Menurut Umur / Age Specific Death Rate (ASDR)


Rumus:

Rumus Angka Kematian Menurut Umur / Age Specific Death Rate (ASDR)

Perhatikan contoh berikut!

Di Kelurahan Tirtamarta jumlah kematian penduduk kelompok umur 6064 tahun sebesar 8 orang dan jumlah penduduk pada kelompok umur tersebut adalah 120 orang, maka ASDR 60-64 adalah:

Perhitungan Angka Kematian Menurut Umur / Age Specific Death Rate (ASDR)

Artinya setiap 1.000 penduduk yang berumur antara 60-64 tahun terjadi kematian sebanyak 67orang.

Sumber : http://www.sentra-edukasi.com/2013/04/dinamika-penduduk-kelahiran-fertilitas.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar